Menyambut Keagungan Ramadhan

Ramadhan Karieem
Alhamdulillah, rahmat dan karunia Nya senantiasa meliputi kehidupan kita, tidak ada satu detik dari kehidupan ini melainkan berada dalam naungan rahmatnya yang sangat besar dan luas (QS. Ibrahim 14:34). Terutama beberapa hari lagi menjelang Ramadhan al Mubarak ini.

Sesungguhnya bulan Ramadhan ini memiliki banyak keistimewaan dan kemuliaan. Yaitu bulan yang penuh rahmat, barakah, dan maghfiroh (pengampunan) Allah Swt. Para Mukmin yang sholeh dan sholehah senantiasa menunggu dan merindukan kehadirannya.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat-sahabatnya jika bulan Sya’ban menuju ke pengujung dan Ramdhan akan menjelang tiba mereka semua bergembira, akan tetapi apabila Ramadhan akan berakhir mereka bersedih, itulah sifat dan karakter yang melekat dalam kehidupan mereka. Maka sudah selayaknya para Mukminin yang ta’at kepada Allah dan Rasulnya meneladani sifat dan karakter tersebut supaya mereka dilimpahi rahmat dan ampunan selama berada dibulan Ramadhan Al Mubarak.

Marilah kita mendengarkan hadits Rasulullah Saw berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْطِيَتْ أُمَّتِي خَمْسَ خِصَالٍ فِي رَمَضَانَ لَمْ تُعْطَهَا أُمَّةٌ قَبْلَهُمْ خُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُفْطِرُوا وَيُزَيِّنُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ ثُمَّ يَقُولُ يُوشِكُ عِبَادِي الصَّالِحُونَ أَنْ يُلْقُوا عَنْهُمْ الْمَئُونَةَ وَالْأَذَى وَيَصِيرُوا إِلَيْكِ وَيُصَفَّدُ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ فَلَا يَخْلُصُوا إِلَى مَا كَانُوا يَخْلُصُونَ إِلَيْهِ فِي غَيْرِهِ وَيُغْفَرُ لَهُمْ فِي آخِرِ لَيْلَةٍ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَهِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ قَالَ لَا وَلَكِنَّ الْعَامِلَ إِنَّمَا يُوَفَّى أَجْرَهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ

Dari Abu Hurairah Ra berkata: Bahwa Rasululllah Saw bersabda: “Umat ku telah di karuniai lima hal yang istimewa yang belum pernah di berikan kepada umat-umat sebelum mereka, 1. Bau mulut orang yang showm lebih harum di sisi Allah dari pada bau kasturi, 2. Ikan-ikan di lautan memohonkan ampunan bagi mereka hingga mereka berbuka showm, 3. Allah menghiasi syurga-Nya setiap hari kemudian berfirman: “Sebentar lagi hamba-hamba Ku yang sholeh akan diangkat segala kesusahan dari mereka dan mereka akan dating kepadamu.”, 4. Setan-setan yang jahat akan di belenggu supaya tidak dapat bebas menggoda mereka sebagaimana yang biasa mereka lakukan di luar bulan Ramadhan, 5. Pada malam terakhir bukan Ramadhan mereka yang showm akan di ampuni.” Rasulullah Saw ditanya: “Wahai Rasulullah, apakah malam itu malam lailatul qadar?” Rasulullah Saw menjawab: “Bukan, tetapi selayaknya seorang pekerja itu diberikan upahnya apabila telah menyelesaikan pekerjaannya.” (HR. Ahmad)

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّم اُحْضُرُوا المِنْبَرَ فَحَضَرُنَا فَلَمَّا ارْتَقَى دَرَجَةً قَالَ : آمِيْنَ فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّانِيَةَ قَالَ : آمِيْنَ فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّالِثَةَ قَالَ آمِيْنَ فَلَمَّا نَزَلَ عَنْ المِنْبَر قَالَ : فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ لَقَدْ سَمِعْنَا اليَوْمَ مِنْكَ شَيْئًا مَاكُنَّ نَسْمَعُهُ قَالَ : إِنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهَ السَّلَامُ عَرَضَ لِي فَقَالَ : بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرُ لَهُ فَقُلْتُ : آمِيْنَ فَلَمَّا رَقِيْتُ الثَّانِيَةَ قَالَ بَعُدَ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَقُلْتُ آمِيْنَ فَلَمَّا رَقِيْتُ الثَّالِثَةَ قَالَ : بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ وَالَدَيْهِ الكِبَرَ عِنْدَهُ أَوْ أَحَدَهُمَا ثُمَّ لَمْ يُدِخِلُاهُ الجَنَّةَ : فَقُلْتُ : آمِيْنَ

Dari Ka’ab bin Ujrah Ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Mendekatlah kalian ke mimbar!” Lalu kami pun mendekati mimbar itu. Ketika Rasulullah menaiki tangga mimbar yang pertama, beliau berkata, “Amin.” Ketika beliau menaiki tangga yang kedua, beliau bun berkata, “Amin.” Ketika beliau menaiki tangga yang keitga, beliau pun berkata, “Amin.” Setelah Rasulullah Saw turun dari mimbar, kami pun berkata, ‘Ya Rasulullah, sungguh kami telah mendengar dari engkau pada hari ini, sesuatu yang belum pernah kami mendengar sebelumnya.” Rasulullah Saw bersabda, “Ketika aku menaiki tangga yang pertama, Jibril muncul dihadapanku dan berkata, “Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh barakah, tetapi tidak memperoleh keampunan.’ Maka aku berkata, “Amin.” Ketika aku menaiki tangga yang kedua, Jibril berkata, “Celakalah orang yang apabila namamu disebut. Dia tidak bersholawat ke atasmu.” Aku pun berkata, “Amin.” Ketika aku melangkah ke tangga yang ketiga, Jibril berkata, “Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang telah tua, atau salah satu dari keduanya, tetapi keduanya tidak menyebabkan orang itu masuk syurga.” Akupun berkata, “Amin.” (HR. Hakim)

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ يَوْمًا وَحَضَرَ رَمَضَانُ ( أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرُ بَرَكَةٍ يُغْشَاكُمُ اللهُ فِيْهِ فَيُنْزِلَ الرَّحْمَةَ وَيَحُطُّ الخَطَايَا وَيْسْتَجِيْبُ فِيِهِ الدُّعَاءَ فَيَنْظُرُ اللهُ إِلَى تَنَافُسِكُمْ فِيْهِ وَيُبَاهِي بِكُمْ مَلَائِكَتَهُ فَأَرُوا اللهَ مِنْ أَنْفُسِكُم خَيْرًا فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ يُحَرَمُ فِيْهِ رَحْمَةَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ )

Dari Ubadah bin Shamit Ra, sesungguhnya pada suatu hari ketika Ramadhan hampir tiba Rasulullah Saw bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramdhan, di mana Allah melimpahkan keberkahan, menurunkan rahmat dan mengampuni dosa-dosamu, menerima do’a-do’amu, melihat atas perlombaan kamu (dalam kebaikan) dan membanggakanmu di hadapan para malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah Swt kebaikanmu. Sesungguhnya orang yang celaka adalah dia yang terhalang dari rahmat Allah pada bulan ini.” (HR. Thabrani)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِله تَبَارَكَ وَتَعَالَى  عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوْمٍ يَعْنِى فِى رَمَضَانَ وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةً مُسْتَجَابَةً

Dari Abu Sa’id Al Khudri Ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Setiap hari siang dan malam pada bulan Ramadhan, Allah Tabaraka wa Ta’aalaa membebaskan banyak sekali tahanan dari api neraka. Dan bagi setiap orang Islam, setiap hari siang dan malam ada satu do’anya yang dikabulkan.” (HR. Bazzar – At Targhib)

TUNTUNAN DO’A RASULULLAH KETIKA BERBUKA PUASA

Sebelum berbuka:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.” (HR. Ibnu Majah 1/557. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Takhrij Al-Adzkar, lihat Syarah Al-Adzkar 4/342)

Adapun do’a yang sudah popular kita dengar:

« اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ » رواه ابو داود

Berkata Syaikh Al Bani mengomentari kedudukan hadits ini, beliau berkata hadits ini adalah Dhoif.

Berkata Imam An Nawawi: Tidak mengapa beramal dengan hadits dhoif dalam fadhoilul amal.

Dan berkata Imam Al Bukhari: Tidak boleh beramal dengan hadits dhoif meskipun dalam fadhoilul amal.

Kesimpulan: Berdo’a lafadznya bebas, di luar ibadah. Maka do’a dalam hadits dhoif boleh atau mubah.
Setelah berbuka:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lihat Shahihul Jami’ 4/209)

AMALAN-AMALAN SUNNAH PADA BULAN RAMADHAN

Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan yang dicontohkan Nabi r serta diperintahkan kepada ummatnya agar bersungguh-sungguh untuk mengamalkannya:

1.    Memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan mengkhatamkannya

Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaligus. Allah berfirman:

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. al Baqarah: 185)

Dan bersabda Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf daripada kitab Allah (al-Qur’an) maka baginya satu hasanah (kebajikan), dan setiap hasanah digandakan menjadi sepuluh kali. Aku tidak mengatakanالم  (alif laam mim) satu huruf tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan mim satu huruf”. (HR. Sunan Tirmidzi : 2835)

اَلصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يُشَفَّعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، يَقُوْلُ الصِّيَامُ : أَيْ رَبِّ ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ . وَيَقُوْلُ الْقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ . قَالَ : فَيُشَفَّعَانِ .

“Shaum (puasa) dan al-Qur’an, keduanya memberi syafa’at kepada hamba (yang membaca dan mengamalkannya) pada hari kiamat nanti. Amalan shaum berkata, “Ya Rabbi, aku talah mencegahnya (orang yang shaum) dari makan dan memenuhi syahwatnya di siang hari, oleh karena itu berilah izin kepadaku untuk memberi syafa’at padanya”, dan berkata pula al-Qur’an, “Aku telah mencegahnya tidur di malam hari (karena membaca aku) maka berilah aku izin untuk memberi syafa’at padanya”. Maka keduanya (yakni shaum dan al-Qur’an) diberi izin untuk memberi syafa’at.” (HR Ahmad, 2/175 – no: 6637)

Orang-orang sholeh dari ulamah salafussaleh ada yang mengkhatamkan al-Qur’an sekali dimalam hari dan sekali disiang hari, seperti Imam Syafi’I rahimahullah.

2.    Shalat tarawih

Rasulullah Saw bersabda:

وَمَنْ قَامَ رَمَضَان إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)

Dan adalah Rasulullah Saw melaksanakan qiyamu Ramadhan 11 rakaat, dengan 4 rakaat satu salam (dua kali salam) ditambah 3 rakaat witir. Dan dalam riwayat lain beliau melaksanakan dengan 2 rakaat satu salam (empat kali salam) ditambah 3 rakaat witir. Inilah riwayat yang menyebutkan empat rakaat satu kali salam.

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَقَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي

“Dari Abi Salamah bin Abdul Rahman ia mengabarkan bahwa Aisyah ditanya tentang sholat Rasulullah dibulan ramadhan, lalu beliau menjawab: Adalah Rasulullah tidak pernah menambah shalatnya di bulan Ramadhan dan tidak pula di bulan yang lainnya, atas sebelas rakaat. Mula-mula beliau shalat empat rakaat, tetapi janganlah ditanya tentang kebagusan panjangnya shalat beliau itu. Kemudian beliau shalat empat rakaat lagi, dan janganlah ditanya pula bagaimana bagus dan lamanya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat, lalu aku bertanya apakah engkau tidur sebelum berwitir?, kemudian beliau menjawab; sesungguhnya mataku tidur tetapi hatiku tidak pernah tidur.” (HR Bukhari 1/385)

3.    Memperbanyak doa

Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash t berkata, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ قَالَ ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو يَقُولُ إِذَا أَفْطَرَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada waktu berbuka tersedia do’a yang makbul. Berkata Abi Mulaikah; saya mendengar di saat berbuka Abdullah membaca:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ .

“Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu.” (HR Ibnu Majah 1/557)

4.    Memberi buka puasa (tafthir shaim)

Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang berbunyi:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ, غَيْرَ أَنَّهُ لاَيَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئاً

“Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)

5.    Bersedekah

Dari Anas r.a, bahwasanya Rasulullah Saw ditanya:

فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).

Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.

6.    I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah r. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain.

قَالَ عَبْدُ الله بْنِ عُمَر : كَانَ رَسُوْلُ الله يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

‘Abdullah bin ‘Umar berkata : “Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan”( HR. Bukhari dan Muslim, lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan, hadits no 727)

7.    Umroh

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw Beliau bersabda:

عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي

“Ibadah Umrah di bulan Ramadhan adalah sama pahalanya seperti ibadah haji”, atau beliau bersabda bersabda: “Seperti haji bersamaku” (HR. Bukhari)

8.    Memperbanyak berbuat kebaikan

Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرُ بَرَكَةٍ ، فِيْهِ خَيْرٌ يُغْشِيْكُمْ اللهُ [ فِيْهِ ] ، فَتُنْزَلُ الرَّحْمَةُ ، وَتُحَطُّ الْخَطَايَا ، وَيُسْتَجَابُ فِيْهِ الدُّعَاءُ ، فَيَنْظُرُ اللهُ إلَى تَنَافُسِكُمْ ، وَيُبَاهِي بِكُمْ مَلاَئِكَتَهُ ، فَأَرُوا اللهَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ خَيْرًا ، فَإِنَّ الشَّقِيَّ مَنْ حُرِمَ فِيْهِ رَحْمَةُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ  (الطبراني)

“Telah datang bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah, di dalamnya ada kebaikan yang Allah liputkan kepada kalian, rahmat diturunkan, dosa-dosa dihapuskan, dan doa2 dikabulkan. Allah melihat kalian berlomba-lomba, dan Allah akan membanggakan kalian kepada malaikat-Nya. Oleh karena itu tunjukkanlah kepada Allah kebaikan-kebaikan dari kalian. Sesungguhnya orang yang celaka orang yang terhalang dari rahmat Allah Azza wa Jalla.” (HR Thabrani)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat “bebas dari neraka.” Amien…

Wakullu Am wa Antum bikhair…

oleh : Ust. Abu Jibriel Abdul Rahman




Related posts:

  1. Sunnah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan Al Mubarak
  2. Marhaban Ya Ramadhan

Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

One Response to Menyambut Keagungan Ramadhan

  1. Bulan Ramadhan July 11, 2010 at 11:11 pm #

    mari kita sambut bulan penuh rahmat ini :)

Leave a Reply